Wednesday, November 2, 2011

Topologi Jaringan Logik

Ada 2 bentuk arsitektur/topologi jaringan komputer, yaitu : logik dan fisik. Di posting ini kita bahas secara umum tentang topologi logik.

Sesuai namanya, Logik, maka maksud dari topologi ini adalah gambaran bagaimana hubungan-hubungan secara logika yang terjadi antar masing-masing komputer dalam jaringan.

Beberapa bentuk arsitektur dan topologi logik yang telah ada diantaranya adalah ArcNET, Ethernet, Token Ring, FDDI dan sebagainya. Masih banyak arsitektur lainnya, sebagiannya ditinggalkan tetapi ada juga yang tetap terus dikembangkan. Dari sekian banyak arsitektur tersebut, yang paling umum dikenal dan banyak digunakan adalah arsitektur/topologi Ethernet.

1.  Ethernet
Arsitektur jaringan yang paling banyak digunakan adalah jenis ini. Ada beberapa macam tipe ethernet yang secara umum terbagi atas dua bagian yaitu ethernet yang mempunyai kecepatan 10 Mbps dan Fast Ethernet yaitu ethernet yang mempunyai kecepatan 100 Mbps atau lebih. Ethernet 10 Mbps yang sering digunakan adalah 10Base2, 10Base5, 10BaseT, 10BaseF dan kabel UTP kategori 3 atau kabel coaxial RG 58. Sedangkan Fast Ethernet  adalah 100BaseT series dan kabel UTP kategori 5.
Dikembangkan oleh Xerox Corp. pada tahun 1970-an, kemudian menjadi sangat populer tahun 1980-an karena diterima sebagai standar IEEE 802.3. Cara kerja Ethernet adalah berdasarkan broadcast network, yaitu setiap node menerima setiap transmisi data yang dikirim oleh sebuah node. Ethernet menggunakan metode CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access/Collision Detection) baseband.
Karena dalam suatu jaringan terdapat banyak ethernet card, maka harus ada metode untuk membedakan masing-masing ethernet card tersebut. Oleh karena itu pada setiap ethernet card tertera kode khusus sepanjang 48 bit, yang dikenal sebagai ethernet address.
·         10Base5
Sistem 10Base5 menggunakan kabel coaxial berdiameter 0,5 inch (10 mm) sebagai media penghubung berbentuk bus. Biasanya kabelnya berwarna kuning dan pada kedua ujung kebelnya diberi konsentrator sehingga mempunyai resistansi sebesar 50 ohm. Jika menggunakan 10Base5, satu segmen jaringan bisa sepanjang maksimal 500 m, bahkan jika dipasang penghubung (repeater) sebuah jaringan bisa mencapai panjang maksimum 2,5 km.
·         10Base2
Seperti pada jaringan 10Base5, 10Base2 mempunyai struktur jaringan berbentuk bus. Hanya saja kabel yang digunakan lebih kecil, berdiameter 5 mm dengan jenis twisted pair. Jaringan ini dikenal juga dengan sebutan CheaperNet. Dibandingkan dengan jaringan 10Base5, panjang maksimal sebuah segmennya menjadi lebih pendek, sekitar 185 m, dan bisa disambung sampai 5 segmen menjadi sekitar 925 m. Sebuah segmen hanya mampu menampung tidak lebih dari 30 unit komputer saja. Pada jaringan ini pun diperlukan konsentrator yang membuat ujung-ujung media transmisi busnya menjadi beresistansi 50 ohm. Untuk jenis konektor dipakai jenis BNC.
·         10BaseT
Berbeda dengan 2 jenis jaringan diatas, 10BaseT berstruktur bintang (star) seperti terlihat di Gambar 8. Tidak diperlukan MAU kerena sudah termasuk didalam NIC-nya. Sebagai pengganti konsentrator dan repeater diperlukan hub karena jaringan berbentuk star. Panjang sebuah segmen jaringan maksimal 100 m, dan setiap hub bisa dihubungkan untuk memperpanjang jaringan sampai 4 unit sehingga maksimal komputer tersambung bisa mencapai 1024 unit.
Menggunakan konektor modular jack RJ-45 dan kabel jenis UTP (Unshielded Twisted Pair) seperti kabel telepon di rumah-rumah. Saat ini kabel UTP yang banyak digunakan adalah jenis kategori 5 karena bisa mencapai kecepatan transmisi 100 Mbps. Masing-masing jenis kabel UTP dan kegunaanya bisa dilihat di tabel 3.2

Kategori
Aplikasi
Category 1
Dipakai untuk komunikasi suara (voice), dan digunakan untuk kabel telepon di rumah-rumah.
Category 2
Terdiri dari 4 pasang kabel twisted pair dan bisa digunakan untuk komunikasi data sampai kecepatan 4 Mbps.
Category 3
Bisa digunakan untuk transmisi data dengan kecepatan sampai 10 Mbps dan digunakan untuk Ethernet dan TokenRing.
Category 4
Sama dengan category 3 tetapi dengan kecepatan transmisi sampai 16 Mbps.
Category 5
Bisa digunakan pada kecepatan transmisi sampai 100 Mbps, biasanya digunakan untuk FastEthernet (100Base) atau network ATM.

Tabel 2.2 Jenis kabel UTP dan aplikasinya.
·         10BaseF
Bentuk jaringan 10BaseF sama dengan 10BaseT yakni berbentuk star. Karena menggunakan serat optik (fiber optic) untuk media transmisinya, maka panjang jarak antara NIC dan konsentratornya menjadi lebih panjang sampai 20 kali (2000 m). Demikian pula dengan panjang total jaringannya. Pada 10BaseF, untuk transmisi output (TX) dan input (RX) menggunakan kabel/media yang berbeda.
·         Fast Ethernet (100BaseT series)
Selain jenis NIC yang telah diterangkan di atas, jenis ethernet chip lainnya adalah seri 100Base. Seri 100Base mempunyai beragam jenis berdasarkan metode akses datanya diantaranya adalah: 100Base-T4, 100Base-TX, dan 100Base-FX. Kecepatan transmisi seri 100Base bisa melebihi kecepatan chip pendahulunya (seri 10Base) antara 2-20 kali (20-200 Mbps). Ini dibuat untuk menyaingi jenis LAN berkecepatan tinggi lainnya seperti: FDDI, 100VG-AnyLAN dan lain sebagainya.
 
2.  ARCNet
ARCNet diciptakan oleh Datapoint Coorporation. Sebagian besar protokol LAN mnegikuti standar IEEE, tetapi ARCnet adalah hasil pengembangan Datapoint. ARCNet biasanya menggunakan RG-62 A/U coaxial cable. Kabel RG-62 tidak digunakan untuk jaringan Ethernet. Kabel ARCNet sama dengan television cable (TV cable) yang pernah populer dalam jaringan.
ARCNet beroperasi dengan kec maks 2,5 Mbps. Rentang jaringan bisa mencapai 6100 m. Media transmisi data yang diggunakan adalah kabel koaksial. Kelebihan yang dimiliki arcnet yaitu biayanya relatif murah dan rentang jaringan bisa mencapai 6100 m. Sesuai dengan jenis NIC yang digunakan ARCNet dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :
1.      ARCNet low impedance
2.      ARCNet high impedance

3.  Token ring
Sesuai dengan namanya, jaringan IBM Token ring menggunakan skema token passing untuk transmisi datanya yang dikembangkan oleh IBM. Protokol untuk sistem ini dibuat mengikuti standart IEEE 802.5. Jaringan token ring dirangkai secara fisik seperti star, tetapi sifat jaringannya seperti sebuah ring. Pada bagian pusat terdapat jalur melingkar dan masing-masing workstation dihubungkan ke bagian pusat ini dengan sebuah kabel. Dengan kata lain paket-paket data mengalir dari workstation ke workstation lain secara berurutan (seperti dalam sebuah jaringan ring). Tetapi secara kontinyu mengalir melalui titik sentral (seperti dalam jaringan star). Jaringan token ring dapat bekerja dengan baik degan kabel UTP, STP maupun serat optik.
Jaringan token ring tersedia dalam dua versi masing-masing dengan kecepatan transmisi 4 Mbps dan 16 Mbps. Tetapi meskipun jaringan-jaringan tersebut bekerja pada kecepatan berbeda, 4 Mbps dan 16 Mbps, kedua jaringan tersebut bisa dihubungkan satu sama lain.
Jaringan token ring merupakan jaringan yang paling reliable, cepat (terutama versi 16 Mbps) dan mudah dipasang. Tetapi bila dibandingkan dengan jaringan ARCNet, jaringan token ring membutuhkan biaya yang lebih mahal. 

4. FDDI
FDDI menggunakan kabel fiber optik yang bekerja berdasarkan 2 buah ring konsentris dengan kecepatan 100Mbps. Salah satu ring bisa berfungsi sebagai backup apabila ring yang lainnya atau node (komputer) lain terputus atau tidak beroperasi.

Jaringan dengan arsitektur ini memerlukan biaya yang cukup mahal; sehingga kurang cocok untuk membangun jaringan komputer yang sederhana seperti di rumah atau di kantor-kantor kecil.


No comments:

Post a Comment

Post a Comment